MATERI BAHASA ARAB


Makharijul Huruf (Tempat-Tempat Keluarnya Huruf)

Antum.or.id









Makharijul huruf secara umum terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:

1.       Al Jauf (الجَوْفُ) “Rongga mulut dan rongga tenggorokan”.

Al Jauf merupakan tempat keluarnya 3 huruf mad yaitu

a.       Alif (ا) yang sebelumnya huruf berharakat fathah , seperti (مَا)

b.      Ya sukun (يْ) yang sebelumnya huruf berharakat kasrah, seperti (مِيْ)

c.       Waw sukun (وْ) yang sebelumnya huruf berharakat dhammah, seperti (مُوْ)

2.       Al Halq (الحَلْقُ) “Tenggorokan”

Al halq terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

a.       Tenggorokan bagian bawah, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ha (ه) dan hamzah (ء)

b.      Tenggorokan bagian tengah, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ain (ع) dan Ha (ح)

c.       Tenggorokan bagian atas, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ghain (غ) dan kha (خ)

3.       Al Lisan (اللِسَانُ) “Lidah”

a.       Pangkal lidah paling belakang dengan posisi menempel pada langit-langit bagian yang lunak (daging) paling belakang setelah tenggorokan, keluar darinya huruf Qaf (ق)

b.      Pangkal lidah paling belakang pada posisi menempel langit-langit kedepan sedikit setelah Qaf, keluar darinya huruf Kaf (ك)

c.       Lidah bagian tengah menempel dengan langit-langit bagian tengah, keluar darinya 3 huruf yaitu

Jim (ج) dan Syin (ش) dan Ya (ي)

d.      Salah satu tepi lidah atau kedua-keduanya pada posisi gigi geraham atas, keluar darinya huruf Dhad (ض)

e.      Ujung tepi lidah pada posisi gusi atas, keluar darinya huruf Lam (ل)

f.        Ujung lidah pada posisi gusi atas di atas sedikit dari makraj Lam  keluar darinya huruf Nun (ن)

g.       Ujung lidah (ada yang mengatakan punggung lidah) pada posisi gusi atas lebih dalam sedikit dari makraj Nun (ن) keluar darinya huruf Ra (ر)

Untuk huruf ra, ada dua keadaan yaitu tebal dan tipis

h.      Ujung lidang menempel pada pangkal gigi seri atas keluar darinya 3 huruf yaitu

Tha (ط), dan Ta (ت), Dal (د)

i.         Ujung lidah mendekati gigi seri bawah kemudian suara keluar melalui celah di antara dua gigi seri atas dan bawah, keluar darinya 3 huruf yaitu:

Shad (ص),  Zay (ز), dan Sin (س)

j.        Ujung lidah pada posisi menempel pada ujung gigi seri atas, keluar darinya 3 huruf yaitu:

Dzha (ظ), Dzal (ذ), dan Tsa (ث)

4.       As Syafataan (الشَّفَتَانِ) “Kedua bibir”

Makhraj ini terbagi menjadi 2 bagian:

a.       Bibir bawah bagian dalam pada posisi menempel pada gigi seri atas, keluar darinya huruf Fa (ف)

b.      Bertemunya kedua bibir bagian dalam, keluar darinya 2 huruf yaitu:

Ba (ب) dan Mim (م)

Kedua bibir dimoyongkan ke depan dengan membuka celah sedikit, keluar darinya huruf Waw (و)

5.       Al Khaisyum (الخَيْشُوْمُ) “Pangkal Hidung” / “Rongga Hidung”

Khaisyum keluarnya suara melalui pangkal hidung bagian atas, sehingga khaisyum merupakan tempat keluarnya seluruh bunyi (suara) ghunnah (dengung).






Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf)

 Al-Harfu(Huruf)
(اَلْحَرْف)

Sebelum mempelajari bahasa Arab kita harus mengenal Huruf(Al-Harfu) nya terlebih dahulu.

Huruf dibagi 2:

I. Huruf  Mabany (Huruf Hijaiyyah)
II. Huruf Ma’any

I. Huruf  Mabany (Huruf Hijaiyyah);  Huruf-huruf yang tidak mempunyai  suatu makna digunakan untuk menyusun kata. 

Huruf Mabany terbagi menjadi 2:
1. Huruf ‘Illah, ada 3 huruf yaitu: ا  ي و
2. Huruf Shahih, seluruh huruf hijaiyah selain: ا  ي و














Gambar: Huruf Hijaiyah



B. Huruf Ma’any yaitu huruf-huruf yang mempunyai makna.

Huruf ma’any terbagi atas beberapa  macam, diantaranya:


1. Huruf Jer yaitu huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh.


Diantara huruf-huruf jer adalah:(sebaiknya dihapal);


مِنْ ~ min  = dari
إِلىَ ~ ilaa = ke
عَنْ ~ 'an = dari
عَلىَ ~ 'alaa = atas
فِى ~ fii = di, di dalam
رُبَّ ~ rubba = terkadang
بِ ~ bi = dengan
كَ ~ ka =seperti
لِ li = untuk









2. Huruf Athof yaitu huruf yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain. 

Diantara huruf-huruf athof adalah;


وَ ~ wa = dan
ثُمَّ ~ tsumma = kemudian
أَوْ ~ au = atau

Mengenal Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Arab
 Bila sebelumnya (pada pelajaran yang pertama), kita telah mengetahui bahwasanya ilmu shorof adalah ilmu yang mempelajari perubahan kata dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya, maka ada baiknya sebelum kita masuk lebih dalam ke ilmu shorof, terlebih dahulu kita memahami pembagian kata atau jenis-jenis kata dalam bahasa arab.
Dalam bahasa Arab, seluruh kata yang ada dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3 jenis atau 3 kelompok besar. Dalam bahasa kita (bahasa Indonesia) kita sering mendengar istilah kata kerja, kata benda, kata bantu, kata tanya, kata hubung dan penamaan kata yang lainnya. Di dalam bahasa arab, seluruh kata akan terbagi menjadi 3 jenis;
1.     Al fi’il
2.     Al ism
3.     Al harf
Sekarang kita akan membahas satu persatu 3 jenis kata ini
1. Fi’il (kata kerja)
Secara sederhana kita bisa mengatakan bahwa fi’il adalah kata kerja, meskipun pada pelajaran yang lebih lanjut nantinya kita akan mengetahui bahwa tidak semua fi’il adalah kata kerja. Tetapi seluruh kata kerja sudah pasti fi’il.
Contohnya adalah kata صَلُحَ (sholuha), maknanya adalah telah baik. Dari sisi makna kita bisa mengetahui bahwa “telah baik” ini bukanlah kata kerja tetapi lebih kepada kata sifat, contohnya dalam sebuah hadits ketika Rasulullah menjelaskan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal darah/segumpal daging yang beliau katakan,
إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الجَسَدُ كُلُّهُ
idza sholuhat sholuhal jasadu kulluh (apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad/tubuh).
Kalau kita perhatikan kata sholuha, jelas tidak mengandung makna kata kerja karna memang kalau kita lihat literatur ilmu nahwu, definisi fi’il adalah
كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعنًى في نَفسِهَا وَ اقتَرَنَتْ بِزَمَنٍ
kalimatun dallat ‘ala ma’na fii nafsiha waqtaronat bi zaman
(fi’il adalah kata yang mengandung sebuah makna yang berkaitan dengan waktu kejadian).
Jadi fi’il adalah suatu kata yang mengandung sebuah makna yang berkaitan dengan waktu kejadian, jadi ada keterangan waktunya. Oleh karna itu tidak semua fi’il adalah kata kerja tetapi semua kata kerja adalah fi’il karena kata kerja pasti mengandung keterangan waktu.
Baik, kita tidak akan berlama-lama membahas tentang ini karena ada tempatnya untuk membahasnya.
Selanjutnya,  fi’il (kata kerja) dalam bahasa arab terbagi lagi menjadi 3;  fi’il madhi, fi’il mudhori, dan  fi’il amr.
1.Fi’il madhi
Adalah kata kerja untuk masa lampau, artinya untuk perbuatan yang telah dilakukan masa lalu. Atau kalau kita pernah belajar bahasa inggris, fi’il madhi adalah bentuk past tense, contohnya
عَلِمَ ‘alima artinya telah mengetahui.
2.Fi’il mudhori’
Adalah kata kerja untuk perbuatan yang sedang terjadi atau akan terjadi, contohnya
يَعْلَمُ ya’lamu artinya sedang mengetahui atau akan mengetahui.
3.Fi’il ‘amr
Adalah kata kerja perintah, contohnya
إِعْلَمْ (i’lam) artinya ketahuilah. Seperti kata “Lihatlah”, “tulislah”, “pukullah”, “pelajarilah”, ini semua disebut dengan fi’il ‘amr (kata kerja perintah)
Contoh fi’il madhi, fi’il mudhori’ dan fi’il ‘amr dalam AlQur’an untuk kata عَلِمَ bisa kita lihat dalam beberapa ayat berikut:
# Fi’il madhi ‘alima ada di surat AlBaqoroh 187
عَلِمَ أَللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَحْتَاَنُوْنَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَ عَفَاَعَنْكُم
”Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu”
‘alima ini disebut dengan fi’il madhi karna fi’il madhi maknanya adalah telah, telah mengetahui.
# Fi’il mudhori’ ya’lamu يَعْلَمُ bisa kita jumpai dalam QS AlBaqoroh 216
وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُم لاَ تَعْلَمُوْنَْ
“Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
Kata ya’lamu adalah fi’il mudhori’, Allahu ya’lamu (Allah mengetahui), artinya Allah itu sekarang tahu dan akan tahu seterusnya, karna makna fi’il mudhori’ adalah berlangsung dan akan terus sampai masa mendatang.
# Fi’il ‘amr إِعْلَمْ ْbisa kita temui dalam surat yang sama yaitu AlBaqoroh 260
وَاعْلَمْ أَنَّ أللَهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”
kata i’lam adalah fi’il amr yang maknanya sangat jelas yaitu ketahuilah (kata kerja perintah)
Alhamdulilah kita telah belajar pembagian fi’il; fi’il madhi, fi’il mudhori’ dan fi’il ‘amr.
Kemudian, jenis kata yang ke-2 adalah Isim
2. Isim
IsimSecara sederhana kita bisa mengatakan isim adalah kata benda. Berbeda dengan fi’il yang hanya terbagi menjadi 3 jenis (madhi, mudhori’&’amr), isim memiliki pembagian lagi yang lebih banyak.
# Berdasarkan jumlah, isim bisa dibedakan menjadi :
1.Isim          mufrod         (katatunggal)
2.Isim          tatsniyah/isim         mutsanna     (kata  ganda)
3. Isim         jama’ (kata banyak atau lebih dari 2)
Ini perlu kita catat karna berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya membedakan kata tunggal dengan kata majemuk, maka bahasa adab ada kata tunggal, kata ganda dan kata jama’. Disebut dengan jama’ dalam bahasa arab adalah kata yang lebih dari 2, kalau 2 disebut dengan kata ganda/isim tatsniyah/isim mutsanna. Ini pembagian isim berdasarkan jumlah.
# Berdasarkan jenis, isim bisa dibagi menjadi isim mudazakkar dan isim muannats.
1.Isim          mudzakkar   itu      artinya         gentle/laki2
2. Isim         muannats itu artinya feminin/perempuan
Ini adalah pembagian isim yang paling populer (berdasarkan jenis dan berdasarkan jumlah). Dan mengetahui ke 2 jenis pembagian ini wajib diketahui oleh seluruh pemula yang ingin mempelajari bahasa arab, insya Allah kita akan membahas lebih lanjut tentang pembagian isim menurut jumlah dan pembagian isim menurut jenis pada kesempatan yang akan datang.
Selain 2 jenis pembagian isim ini, ada satu jenis isim lagi yang harus kita pelajari sebagai pemula yakni isim dhomir atau kata ganti.
Dalam bahasa kita, kita hanya mengenal kata ganti orang pertama seperti, saya & kami, kemudian kata ganti orang ke 2 seperti, kamu & kalian, kemudian kata ganti orang ke 3 seperti, dia & mereka.
Dan dalam bahasa kita, kita hanya membagi kata ganti orang  pertama tunggal, kata ganti orang pertama jama’, kata ganti orang kedua tunggal, kata ganti orang kedua jama’, kata ganti orang pertama tunggal dan kata ganti orang ketiga jama’, ini dalam bahasa Indonesia.
Di dalam bahasa arab selain ada kata ganti orang pertama tunggal & jama’, juga ada kata ganti ganda. Jadi, kata ganti dalam bahasa Arab terdiri dari : kata ganti tunggal, kata ganti ganda dan kata ganti jama’. Selain itu antara laki-laki & wanita itu dipisahkan, sehingga kalau kita jabarkan kata ganti dalam bahasa arab ada 14, berbeda dengan bahasa indonesia yang hanya ada 6 yaitu : saya, kami, kamu, kalian, dia & mereka.
Dalam bahasa arab, kata gantinya adalah saya, kami, dia laki-laki seorang, mereka laki-laki dua orang, mereka laki-laki tiga orang atau lebih, dia wanita tunggal, mereka wanita berdua, mereka wanita tiga orang atau lebih, dst. yang jumlahnya menjadi 14. InsyaAllah kita akan membahas lebih lanjut tentang isim dhomir ini pada pelajaran yang selanjutnya.
Kemudian jenis kata yang ke 3 dalam bahasa arab disebut dengan huruf




3. Huruf (Al-Harf)

Huruf yang dimaksud di sini bukan seluruh huruf hijaiyyah (dari alif, ba, ta dst) tetapi huruf yang dimaksud dalam ilmu nahwu & shorof adalah huruf hijaiyyah yang memiliki arti, baik tersusun dari 1 huruf saja atau 2 huruf atau 3 huruf.
Jadi al-harf adalah huruf-huruf  yang memiliki arti khusus, baik tersususn dari 1 huruf, 2 huruf maupun 3 huruf.
Contoh huruf hijaiyyah yang 1 huruf namun memiliki arti adalah
·         أَ artinya apakah,
·         بِ artinya dengan,
·         تَ bisa digunakan untuk huruf sumpah jadi selain kita bersumpah dengan وَ seperti وَاللَّهِ, kita bisa juga bersumpah dengan تَاللَّهِ,
·         – فَ artinya maka,
·         سَ artinya akan,
·         كَ artinya seperti,
·         لِ untuk,
·         وَ artinya dan.
Selanjutnya akan kita lihat contoh 2 huruf hijaiyyah yang memiliki arti:
·         min مِنْ artinya dari
·         ‘an عَنْ artinya dari
·         fii فِى di
·         lan لَنْ artinya tidak akan
·         lam لَمْ artinya tidak/belum
Contoh 3 huruf hijaiyyah yang memiliki arti
·         ilaa إِلَى artinya ke
·         ‘alaa عَلَى artinya di atas
Inilah pembagian kata dalam bahasa arab, terbagi menjadi 3 (fi’il, isim dan huruf).
Fi’il sendiri terbagi menjadi 3 yakni fi’il madhi, fi’il mudhori’ dan fi’il ‘amr. Yang madhi adalah kata kerja untuk perbuatan yang telah lalu (past tense), fi’il mudhori’ adalah kata kerja untuk perbuatan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung di masa yang akan datang (present continuous tense & future tense) kemudian fi’il ‘amr adalah kata kerja perintah.
2. Isim (Al-Ismu )
Jenis yang ke 2 adalah isim, berbeda dengan fi’il yang hanya terbagi menjadi 3, isim banyak sekali jenisnya, namun untuk pemula yang harus diketahui, yang wajib dipahami pembagian isim berdasarkan jumlah, ada isim mufrod (kata tunggal), ada isim tatsniyah (kata ganda) & ada isim jama’ (majemuk). Kemudian isim berdasarkan jenis ada isim mudzakkar (laki-laki), ada isim muannats (perempuan) dan 1 jenis isim lagi yang wajib dipelajari adalah isim dhomir (kata ganti) dalam bahasa arab yang jumlahnya ada 14 kata ganti.
Dan terakhir huruf, huruf yang dimaksud dalam ilmu nahwu adalah huruf hijaiyyah (baik 1, 2 atau 3) yang memiliki makna khusus contohnya أَ artinya apakah, بِ artinya dengan, لِ artinya untuk, عَنْ artinya dari, إِلَى artinya ke, عَلَى artinya di atas
Mengenal Al Jumlah
Description: http://mahadumar.id/wp-content/uploads/2015/06/Pelajaran-5-featured-810x500.png
Dalam bahasa arab, Al Jumlah/kalimat ditinjau dari kata yang memulainya terbagi 2 :
1. Jumlah ismiyyah (
جملة إسمية)
2. Jumlah fi’liyyah(
جملة فعلية)
Penjelasan :
1. Jumlah ismiyyah
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh isim.
Contoh :
Al-Waladu yaqra-u Al-Qur’aana (الوَلَدُ يَقْرَأُ القُرْآنَ) = Anak laki-laki itu sedang membaca Al Qur’an
“Al Waladu” adalah isim. Maka Al jumlah di atas disebut jumlah ismiyyah karena diawali isim.
Contoh dari Al Qur’an adalah firman Allah Ta’ala,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Al Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr : 3)
Lailah (لَيْلَةُ) adalah isim. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah ismiyyah.
Contoh dari hadits adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Kebersihan itu setengah keimanan” (HR. Muslim)
At Thuhur (الطُّهُورُ) adalah isim. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah ismiyyah.
2. Jumlah fi’liyyah
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh fi’il.
Contoh :
Yaqra-u al-waladu Al-Qur’aan (يَقْرَأُ الوَلَدُ القُرْآنَ) = Anak laki-laki itu sedang membaca Al Qur’an
Yaqra-u (يَقْرَأُ) adalah fi’il. Oleh karena itu, Al Jumlah diatas adalah jumlah fi’liyyah karena diawali fi’il.
(Al Muyassar fii ‘Ilmi Nahwi, hal. 4)
Contoh dari Al Qur’an adalah firman Allah Ta’ala,
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa” (QS. Al Lahab : 1)
Tabbat (تَبَّتْ) adalah fi’il. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah fi’liyyah.
Contoh dari hadits adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ
“Islam dibangun di atas 5 perkara” (HR. Bukhari dan Muslim)
Buniya(
بُنِيَ) adalah fi’il. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah fi’liyyah.
===
Catatan :
1. Al Jumlah ada dua : ismiyyah jika diawali isim, dan fi’liyyah jika diawali fi’il. Pertanyaannya, bagaimana jika suatu kalimat diawali oleh huruf?
Dilihat kata setelah huruf, apakah isim ataukah fi’il. Itu yang akan menentukan. Karena tidak ada “jumlah harfiyyah”. Sebagaimana diterangkan,
“Sebutan sebagai “jumlah ismiyyah” tidak akan berubah meskipun Jumlah ismiyyah kemasukan huruf, baik huruf yang dapat merubah I’rab (huruf ‘aamil, semisal “inna”-pen) ataupun tidak (huruf ‘aathil-pen)” (Al I’rab Al Muyassar, hal. 23)
“Beragam huruf bisa saja masuk kepada fi’il, entah huruf istifham (untuk bertanya), atau huruf syarat, atau huruf nafyi, atau huruf istiqbal (“sin” dan “saufa”). Namun hal tersebut tak berpengaruh terhadap sifat asli Al jumlah (fi’liyyah)” (Idem, hal. 61)
2. Penentuan apakah suatu jumlah/kalimat dalam bahasa arab itu jumlah ismiyyah atau fi’liyyah tergantung kemampuan kita membedakan mana isim mana fi’il dalam suatu kalimat. Itulah pentingnya bisa menentukan mana fi’il dan mana isim.
Bagaimana membedakan isim dan fi’il?
Jawab : Dengan mengenali ciri-cirinya. Isim punya ciri, fi’il juga punya ciri. Dengan mengenalinya,kita bisa membedakan antara jumlah ismiyyah dan jumlah fi’liyyah.
Wallahu a’lam.


CONTOH PERCAKAPAN PERKENALAN DALAM BAHASA ARAB
اَلتَّعَارُف
Ahmad : Assalamualaikum Wr. Wb
أحمد : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Ibrahim : Waalaikumussalam Wr.Wb
 إبراهيم : وَعَلَيْكُمُ السَّلَامْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ahmad : Selamat datang!
أحمد: أَهْلاً وَسَهْلاً
Ibrahim : Selamat datang juga.
إبراهيم : أهلاً بِكَ
Ahmad : Apa kabarmu?
أحمد : كَيْفَ حَالُكَ ؟
Ibrahim : Alhamdulillah, baik.
إبراهيم: بِخَيْرٍ وَالْحَمْدُ للهِ
Ahmad : Siapa namamu?
أحمد : ماَ سْمُكَ ؟
Ibrahim : Nama saya Ibrahim, kamu ?
إبراهيم : إِسْمِيْ إِبْرَاهِيْمُ, وَأَنْتَ ؟
Ahmad : Nama saya Ahmad
أحمد : إِسْمِيْ أَحْمَدُ
Ibrahim : Di mana kamu sekolah wahai Ahmad?
إبراهيم : أيَنَ تَدْرُسُ يَا أحمد ؟
Ahmad : Saya sekolah di MTs di Jakarta dan saya mencintai bahasa Arab, bagaimana dengan kamu?
أحمد : أَدْرُسُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ الثَّانَويَّةِ بِجَاكَرْتَا وَأَنَا أُحِبُّ الْعَرَبِيَّةِ، وَكَيْفَ بِكَ ؟ 
Ibrahim : Saya sekolah di MTs di Surabaya.
إبراهيم : أَدْرُسُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ الثَّانَويَّةِ بِسُوْراَباَياَ
Ahmad : Darimana kamu berasal?
أحمد : مِنْ أَيْنَ جِئْتَ ؟
Ibrahim : Saya berasal dari Malang dan sekarang saya tinggal di Surabaya, bagaimana dengan kamu?
إبراهيم : جِئْتُ مِنْ مَالاَنج والآن أَسْكُنُ بِسُوْراَبَايَا، وكَيْفَ بِكَ ؟
 
Ahmad : Saya berasal dari Semarang dan sekarang saya tinggal di Jakarta.
أحمد : جِئْتُ مِنْ سمارغ والآن أسكن بِجاَكَرْتاَ
Ibrahim : Terimakasih banyak wahai saudaraku?
إبراهيم : شُكْراً كَثِيْراً ياَ أَخِيْ
Ibrahim : Sama-sama.
أحمد : عَفْواً




Komentar

Postingan Populer