MATERI BAHASA ARAB
Makharijul Huruf
(Tempat-Tempat Keluarnya Huruf)
Antum.or.id
Makharijul huruf secara umum
terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:
1.
Al
Jauf (الجَوْفُ) “Rongga mulut dan rongga
tenggorokan”.
Al Jauf merupakan tempat
keluarnya 3 huruf mad yaitu
a.
Alif (ا) yang sebelumnya huruf
berharakat fathah , seperti (مَا)
b.
Ya
sukun (يْ) yang sebelumnya huruf berharakat kasrah,
seperti (مِيْ)
c.
Waw
sukun (وْ) yang sebelumnya huruf berharakat dhammah,
seperti (مُوْ)
2.
Al
Halq (الحَلْقُ) “Tenggorokan”
Al halq terbagi menjadi
tiga bagian yaitu:
a.
Tenggorokan
bagian bawah, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ha
(ه) dan hamzah (ء)
b.
Tenggorokan
bagian tengah, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ‘ain
(ع) dan Ha (ح)
c.
Tenggorokan
bagian atas, ada 2 huruf yang keluar dari tempat ini yaitu ‘ghain
(غ) dan kha (خ)
3.
Al
Lisan (اللِسَانُ) “Lidah”
a.
Pangkal lidah
paling belakang dengan posisi menempel pada langit-langit bagian yang lunak
(daging) paling belakang setelah tenggorokan, keluar darinya huruf Qaf
(ق)
b.
Pangkal lidah
paling belakang pada posisi menempel langit-langit kedepan sedikit setelah Qaf,
keluar darinya huruf Kaf (ك)
c.
Lidah bagian
tengah menempel dengan langit-langit bagian tengah, keluar darinya 3 huruf
yaitu
Jim (ج) dan Syin
(ش) dan Ya (ي)
d.
Salah satu
tepi lidah atau kedua-keduanya pada posisi gigi geraham atas, keluar darinya
huruf Dhad (ض)
e.
Ujung tepi
lidah pada posisi gusi atas, keluar darinya huruf Lam (ل)
f.
Ujung lidah
pada posisi gusi atas di atas sedikit dari makraj Lam keluar darinya huruf Nun (ن)
g.
Ujung lidah (ada
yang mengatakan punggung lidah) pada posisi gusi atas lebih dalam sedikit dari
makraj Nun (ن) keluar darinya huruf Ra (ر)
Untuk huruf ra, ada dua keadaan yaitu tebal dan tipis
h.
Ujung lidang
menempel pada pangkal gigi seri atas keluar darinya 3 huruf yaitu
Tha (ط), dan Ta
(ت), Dal (د)
i.
Ujung lidah
mendekati gigi seri bawah kemudian suara keluar melalui celah di antara dua
gigi seri atas dan bawah, keluar darinya 3 huruf yaitu:
Shad (ص), Zay (ز), dan
Sin (س)
j.
Ujung lidah
pada posisi menempel pada ujung gigi seri atas, keluar darinya 3 huruf yaitu:
Dzha (ظ), Dzal (ذ),
dan Tsa (ث)
4.
As
Syafataan (الشَّفَتَانِ) “Kedua bibir”
Makhraj ini terbagi menjadi 2 bagian:
a.
Bibir bawah
bagian dalam pada posisi menempel pada gigi seri atas, keluar darinya huruf Fa
(ف)
b.
Bertemunya
kedua bibir bagian dalam, keluar darinya 2 huruf yaitu:
Ba (ب) dan Mim
(م)
Kedua bibir dimoyongkan ke depan dengan membuka celah sedikit, keluar
darinya huruf Waw (و)
5.
Al
Khaisyum (الخَيْشُوْمُ) “Pangkal Hidung” / “Rongga
Hidung”
Khaisyum keluarnya suara melalui pangkal hidung bagian atas, sehingga khaisyum
merupakan tempat keluarnya seluruh bunyi (suara) ghunnah (dengung).
Al-Harfu(Huruf)
(اَلْحَرْف)
Sebelum mempelajari bahasa Arab kita harus mengenal Huruf(Al-Harfu) nya terlebih dahulu.
Huruf dibagi 2:
I. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyyah)
II. Huruf Ma’any
I. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyyah); Huruf-huruf yang tidak mempunyai suatu makna digunakan untuk menyusun kata.
Huruf Mabany terbagi menjadi 2:
1. Huruf ‘Illah, ada 3 huruf yaitu: ا ي و
2. Huruf Shahih, seluruh huruf hijaiyah selain: ا ي و
Gambar: Huruf Hijaiyah
B. Huruf Ma’any yaitu huruf-huruf yang mempunyai makna.
Huruf ma’any terbagi atas beberapa macam, diantaranya:
1. Huruf Jer yaitu huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh.
Diantara huruf-huruf jer adalah:(sebaiknya dihapal);
مِنْ ~ min = dari
إِلىَ ~ ilaa = ke
عَنْ ~ 'an = dari
عَلىَ ~ 'alaa = atas
فِى ~ fii = di, di dalam
رُبَّ ~ rubba = terkadang
بِ ~ bi = dengan
كَ ~ ka =seperti
لِ ~ li = untuk
2. Huruf Athof yaitu huruf yang digunakan
untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain.
Diantara huruf-huruf athof adalah;
وَ ~ wa = dan
ثُمَّ ~ tsumma = kemudian
أَوْ ~ au = atau
Diantara huruf-huruf athof adalah;
وَ ~ wa = dan
ثُمَّ ~ tsumma = kemudian
أَوْ ~ au = atau
Mengenal
Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Arab
Bila sebelumnya (pada pelajaran yang pertama), kita
telah mengetahui bahwasanya ilmu shorof adalah ilmu yang mempelajari perubahan
kata dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya, maka ada baiknya sebelum kita
masuk lebih dalam ke ilmu shorof, terlebih dahulu kita memahami pembagian kata
atau jenis-jenis kata dalam bahasa arab.
Dalam bahasa Arab, seluruh kata yang ada dalam bahasa Arab
terbagi menjadi 3 jenis atau 3 kelompok besar. Dalam bahasa kita (bahasa
Indonesia) kita sering mendengar istilah kata kerja, kata benda, kata bantu,
kata tanya, kata hubung dan penamaan kata yang lainnya. Di dalam bahasa arab,
seluruh kata akan terbagi menjadi 3 jenis;
1.
Al fi’il
2.
Al ism
3.
Al harf
Sekarang kita akan
membahas satu persatu 3 jenis kata ini
1. Fi’il (kata
kerja)
Secara sederhana kita bisa mengatakan bahwa fi’il adalah kata
kerja, meskipun pada pelajaran yang lebih lanjut nantinya kita akan mengetahui
bahwa tidak semua fi’il adalah kata kerja. Tetapi seluruh kata kerja sudah
pasti fi’il.
Contohnya adalah kata صَلُحَ (sholuha), maknanya adalah telah baik.
Dari sisi makna kita bisa mengetahui bahwa “telah baik” ini bukanlah kata kerja
tetapi lebih kepada kata sifat, contohnya dalam sebuah hadits ketika Rasulullah
menjelaskan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal darah/segumpal daging yang
beliau katakan,
إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الجَسَدُ كُلُّهُ
idza
sholuhat sholuhal jasadu kulluh (apabila ia baik maka
baiklah seluruh jasad/tubuh).
Kalau kita perhatikan
kata sholuha, jelas tidak mengandung makna kata kerja karna
memang kalau kita lihat literatur ilmu nahwu, definisi fi’il adalah
كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعنًى في نَفسِهَا وَ اقتَرَنَتْ بِزَمَنٍ
kalimatun dallat ‘ala
ma’na fii nafsiha waqtaronat bi zaman
(fi’il adalah kata yang mengandung sebuah makna yang berkaitan dengan waktu kejadian).
(fi’il adalah kata yang mengandung sebuah makna yang berkaitan dengan waktu kejadian).
Jadi fi’il adalah suatu kata yang mengandung sebuah makna yang
berkaitan dengan waktu kejadian, jadi ada keterangan waktunya. Oleh karna itu
tidak semua fi’il adalah kata kerja tetapi semua kata kerja adalah fi’il karena
kata kerja pasti mengandung keterangan waktu.
Baik, kita tidak akan berlama-lama membahas tentang ini karena
ada tempatnya untuk membahasnya.
Selanjutnya, fi’il (kata kerja) dalam bahasa arab terbagi lagi
menjadi 3; fi’il madhi, fi’il mudhori, dan fi’il amr.
1.Fi’il madhi
Adalah kata kerja untuk masa lampau, artinya untuk perbuatan yang telah dilakukan masa lalu. Atau kalau kita pernah belajar bahasa inggris, fi’il madhi adalah bentuk past tense, contohnya عَلِمَ ‘alima artinya telah mengetahui.
Adalah kata kerja untuk masa lampau, artinya untuk perbuatan yang telah dilakukan masa lalu. Atau kalau kita pernah belajar bahasa inggris, fi’il madhi adalah bentuk past tense, contohnya عَلِمَ ‘alima artinya telah mengetahui.
2.Fi’il mudhori’
Adalah kata kerja untuk perbuatan yang sedang terjadi atau akan terjadi, contohnya يَعْلَمُ ya’lamu artinya sedang mengetahui atau akan mengetahui.
Adalah kata kerja untuk perbuatan yang sedang terjadi atau akan terjadi, contohnya يَعْلَمُ ya’lamu artinya sedang mengetahui atau akan mengetahui.
3.Fi’il ‘amr
Adalah kata kerja perintah, contohnya إِعْلَمْ (i’lam) artinya ketahuilah. Seperti kata “Lihatlah”, “tulislah”, “pukullah”, “pelajarilah”, ini semua disebut dengan fi’il ‘amr (kata kerja perintah)
Adalah kata kerja perintah, contohnya إِعْلَمْ (i’lam) artinya ketahuilah. Seperti kata “Lihatlah”, “tulislah”, “pukullah”, “pelajarilah”, ini semua disebut dengan fi’il ‘amr (kata kerja perintah)
Contoh fi’il madhi, fi’il mudhori’ dan fi’il ‘amr dalam AlQur’an
untuk kata عَلِمَ
bisa kita lihat dalam beberapa ayat berikut:
# Fi’il madhi ‘alima ada di surat AlBaqoroh 187
عَلِمَ أَللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ
تَحْتَاَنُوْنَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَ عَفَاَعَنْكُم
”Allah mengetahui bahwasanya
kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi
ma’af kepadamu”
‘alima ini disebut dengan fi’il madhi karna fi’il madhi maknanya
adalah telah, telah mengetahui.
# Fi’il mudhori’ ya’lamu يَعْلَمُ bisa kita jumpai dalam QS AlBaqoroh 216
وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُم لاَ تَعْلَمُوْنَْ
“Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui”
Kata ya’lamu adalah fi’il mudhori’, Allahu ya’lamu (Allah
mengetahui), artinya Allah itu sekarang tahu dan akan tahu seterusnya, karna
makna fi’il mudhori’ adalah berlangsung dan akan terus sampai masa mendatang.
# Fi’il ‘amr إِعْلَمْ ْbisa kita temui dalam surat yang sama yaitu AlBaqoroh 260
وَاعْلَمْ أَنَّ أللَهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha Perkasa dan Maha
Bijaksana”
kata i’lam adalah fi’il amr yang maknanya sangat jelas yaitu
ketahuilah (kata kerja perintah)
Alhamdulilah kita telah belajar pembagian fi’il; fi’il madhi,
fi’il mudhori’ dan fi’il ‘amr.
Kemudian, jenis kata yang ke-2 adalah Isim
2. Isim
IsimSecara sederhana kita bisa mengatakan isim adalah kata
benda. Berbeda dengan fi’il yang hanya terbagi menjadi 3 jenis (madhi,
mudhori’&’amr), isim memiliki pembagian lagi yang lebih banyak.
# Berdasarkan jumlah, isim bisa dibedakan menjadi :
1.Isim mufrod (katatunggal)
2.Isim tatsniyah/isim mutsanna (kata ganda)
3. Isim jama’ (kata banyak atau lebih dari 2)
2.Isim tatsniyah/isim mutsanna (kata ganda)
3. Isim jama’ (kata banyak atau lebih dari 2)
Ini perlu kita catat karna berbeda dengan bahasa Indonesia yang
hanya membedakan kata tunggal dengan kata majemuk, maka bahasa adab ada kata
tunggal, kata ganda dan kata jama’. Disebut dengan jama’ dalam bahasa arab adalah
kata yang lebih dari 2, kalau 2 disebut dengan kata ganda/isim tatsniyah/isim
mutsanna. Ini pembagian isim berdasarkan jumlah.
# Berdasarkan jenis, isim bisa dibagi menjadi isim mudazakkar
dan isim muannats.
1.Isim mudzakkar itu artinya gentle/laki2
2. Isim muannats itu artinya feminin/perempuan
1.Isim mudzakkar itu artinya gentle/laki2
2. Isim muannats itu artinya feminin/perempuan
Ini adalah pembagian isim yang paling populer (berdasarkan jenis
dan berdasarkan jumlah). Dan mengetahui ke 2 jenis pembagian ini wajib
diketahui oleh seluruh pemula yang ingin mempelajari bahasa arab, insya Allah
kita akan membahas lebih lanjut tentang pembagian isim menurut jumlah dan
pembagian isim menurut jenis pada kesempatan yang akan datang.
Selain 2 jenis pembagian isim ini, ada satu jenis isim lagi yang
harus kita pelajari sebagai pemula yakni isim dhomir atau kata ganti.
Dalam bahasa kita, kita hanya mengenal kata ganti orang pertama
seperti, saya & kami, kemudian kata ganti orang ke 2 seperti, kamu &
kalian, kemudian kata ganti orang ke 3 seperti, dia & mereka.
Dan dalam bahasa kita, kita hanya membagi kata ganti orang
pertama tunggal, kata ganti orang pertama jama’, kata ganti orang kedua
tunggal, kata ganti orang kedua jama’, kata ganti orang pertama tunggal dan
kata ganti orang ketiga jama’, ini dalam bahasa Indonesia.
Di dalam bahasa arab selain ada kata ganti orang pertama tunggal
& jama’, juga ada kata ganti ganda. Jadi, kata ganti dalam bahasa Arab
terdiri dari : kata ganti tunggal, kata ganti ganda dan kata ganti jama’.
Selain itu antara laki-laki & wanita itu dipisahkan, sehingga kalau kita jabarkan
kata ganti dalam bahasa arab ada 14, berbeda dengan bahasa indonesia yang hanya
ada 6 yaitu : saya, kami, kamu, kalian, dia & mereka.
Dalam bahasa arab, kata gantinya adalah saya, kami, dia
laki-laki seorang, mereka laki-laki dua orang, mereka laki-laki tiga orang atau
lebih, dia wanita tunggal, mereka wanita berdua, mereka wanita tiga orang atau
lebih, dst. yang jumlahnya menjadi 14. InsyaAllah kita akan membahas lebih
lanjut tentang isim dhomir ini pada pelajaran yang selanjutnya.
Kemudian jenis kata yang ke 3 dalam bahasa arab disebut dengan
huruf
3. Huruf (Al-Harf)
Huruf yang dimaksud di sini bukan seluruh huruf hijaiyyah (dari
alif, ba, ta dst) tetapi huruf yang dimaksud dalam ilmu nahwu & shorof
adalah huruf hijaiyyah yang memiliki arti, baik tersusun dari 1 huruf saja atau
2 huruf atau 3 huruf.
Jadi al-harf adalah huruf-huruf yang memiliki arti khusus,
baik tersususn dari 1 huruf, 2 huruf maupun 3 huruf.
Contoh huruf hijaiyyah yang 1 huruf namun memiliki arti adalah
·
– أَ artinya apakah,
·
– بِ artinya dengan,
·
– تَ bisa digunakan untuk
huruf sumpah jadi selain kita bersumpah dengan وَ seperti وَاللَّهِ, kita bisa juga
bersumpah dengan تَاللَّهِ,
·
– فَ artinya maka,
·
– سَ artinya akan,
·
– كَ artinya seperti,
·
– لِ untuk,
·
– وَ artinya dan.
Selanjutnya akan kita lihat contoh 2 huruf hijaiyyah yang
memiliki arti:
·
min مِنْ artinya dari
·
‘an عَنْ artinya dari
·
fii فِى di
·
lan لَنْ artinya tidak akan
·
lam لَمْ artinya tidak/belum
Contoh 3 huruf hijaiyyah yang memiliki arti
·
ilaa إِلَى artinya ke
·
‘alaa عَلَى artinya di atas
Inilah pembagian kata dalam bahasa arab, terbagi menjadi 3
(fi’il, isim dan huruf).
Fi’il sendiri terbagi menjadi 3 yakni fi’il madhi, fi’il
mudhori’ dan fi’il ‘amr. Yang madhi adalah kata kerja untuk perbuatan yang
telah lalu (past tense), fi’il mudhori’ adalah kata kerja untuk perbuatan yang
sedang berlangsung atau akan berlangsung di masa yang akan datang (present
continuous tense & future tense) kemudian fi’il ‘amr adalah kata kerja
perintah.
2. Isim (Al-Ismu )
Jenis yang ke 2 adalah isim, berbeda dengan fi’il yang hanya
terbagi menjadi 3, isim banyak sekali jenisnya, namun untuk pemula yang harus
diketahui, yang wajib dipahami pembagian isim berdasarkan jumlah, ada isim
mufrod (kata tunggal), ada isim tatsniyah (kata ganda) & ada isim jama’
(majemuk). Kemudian isim berdasarkan jenis ada isim mudzakkar (laki-laki), ada
isim muannats (perempuan) dan 1 jenis isim lagi yang wajib dipelajari adalah
isim dhomir (kata ganti) dalam bahasa arab yang jumlahnya ada 14 kata ganti.
Dan terakhir huruf, huruf yang dimaksud dalam ilmu nahwu adalah huruf
hijaiyyah (baik 1, 2 atau 3) yang memiliki makna khusus contohnya أَ artinya apakah, بِ artinya dengan, لِ artinya untuk, عَنْ artinya dari, إِلَى artinya ke, عَلَى artinya di atas
Mengenal Al Jumlah

Dalam bahasa arab, Al Jumlah/kalimat ditinjau dari kata yang
memulainya terbagi 2 :
1. Jumlah ismiyyah (جملة إسمية)
2. Jumlah fi’liyyah(جملة فعلية)
1. Jumlah ismiyyah (جملة إسمية)
2. Jumlah fi’liyyah(جملة فعلية)
Penjelasan :
1. Jumlah ismiyyah
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh isim.
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh isim.
Contoh :
Al-Waladu yaqra-u Al-Qur’aana (الوَلَدُ يَقْرَأُ القُرْآنَ) = Anak laki-laki itu
sedang membaca Al Qur’an
“Al Waladu” adalah isim. Maka Al jumlah di atas disebut jumlah
ismiyyah karena diawali isim.
Contoh dari Al Qur’an adalah firman Allah Ta’ala,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Al Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr :
3)
Lailah (لَيْلَةُ) adalah isim. Maka Al jumlah di atas
adalah jumlah ismiyyah.
Contoh dari hadits adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Kebersihan itu setengah keimanan” (HR. Muslim)
At Thuhur (الطُّهُورُ) adalah isim. Maka Al jumlah di atas
adalah jumlah ismiyyah.
2. Jumlah fi’liyyah
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh fi’il.
Adalah setiap Al Jumlah yang diawali oleh fi’il.
Contoh :
Yaqra-u al-waladu Al-Qur’aan (يَقْرَأُ الوَلَدُ القُرْآنَ) = Anak laki-laki itu
sedang membaca Al Qur’an
Yaqra-u (يَقْرَأُ) adalah fi’il. Oleh karena itu, Al Jumlah
diatas adalah jumlah fi’liyyah karena diawali fi’il.
(Al Muyassar fii ‘Ilmi Nahwi, hal. 4)
(Al Muyassar fii ‘Ilmi Nahwi, hal. 4)
Contoh dari Al Qur’an adalah firman Allah Ta’ala,
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan
binasa” (QS. Al Lahab : 1)
Tabbat (تَبَّتْ) adalah fi’il. Maka Al jumlah di atas
adalah jumlah fi’liyyah.
Contoh dari hadits adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam,
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ
“Islam dibangun di atas 5 perkara” (HR. Bukhari dan Muslim)
Buniya(بُنِيَ) adalah fi’il. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah fi’liyyah.
Buniya(بُنِيَ) adalah fi’il. Maka Al jumlah di atas adalah jumlah fi’liyyah.
===
Catatan :
1. Al Jumlah ada dua : ismiyyah jika diawali isim, dan fi’liyyah
jika diawali fi’il. Pertanyaannya, bagaimana jika suatu kalimat diawali oleh
huruf?
Dilihat kata setelah huruf, apakah isim ataukah fi’il. Itu yang
akan menentukan. Karena tidak ada “jumlah harfiyyah”. Sebagaimana diterangkan,
“Sebutan sebagai “jumlah ismiyyah” tidak akan berubah meskipun
Jumlah ismiyyah kemasukan huruf, baik huruf yang dapat merubah I’rab (huruf
‘aamil, semisal “inna”-pen) ataupun tidak (huruf ‘aathil-pen)” (Al I’rab Al
Muyassar, hal. 23)
“Beragam huruf bisa saja masuk kepada fi’il, entah huruf
istifham (untuk bertanya), atau huruf syarat, atau huruf nafyi, atau huruf
istiqbal (“sin” dan “saufa”). Namun hal tersebut tak berpengaruh terhadap sifat
asli Al jumlah (fi’liyyah)” (Idem, hal. 61)
2. Penentuan apakah suatu jumlah/kalimat dalam bahasa arab itu
jumlah ismiyyah atau fi’liyyah tergantung kemampuan kita membedakan mana isim
mana fi’il dalam suatu kalimat. Itulah pentingnya bisa menentukan mana fi’il
dan mana isim.
Bagaimana membedakan isim dan fi’il?
Jawab : Dengan mengenali ciri-cirinya. Isim punya ciri, fi’il
juga punya ciri. Dengan mengenalinya,kita bisa membedakan antara jumlah
ismiyyah dan jumlah fi’liyyah.
Wallahu a’lam.
CONTOH PERCAKAPAN
PERKENALAN DALAM BAHASA ARAB
اَلتَّعَارُف
Ahmad : Assalamualaikum Wr. Wb
|
أحمد : السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
|
Ibrahim : Waalaikumussalam Wr.Wb
|
إبراهيم : وَعَلَيْكُمُ السَّلَامْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
|
Ahmad : Selamat datang!
|
أحمد: أَهْلاً وَسَهْلاً
|
Ibrahim : Selamat datang juga.
|
إبراهيم : أهلاً بِكَ
|
Ahmad : Apa kabarmu?
|
أحمد : كَيْفَ حَالُكَ ؟
|
Ibrahim : Alhamdulillah, baik.
|
إبراهيم: بِخَيْرٍ
وَالْحَمْدُ للهِ
|
Ahmad : Siapa namamu?
|
أحمد : ماَ سْمُكَ ؟
|
Ibrahim : Nama saya Ibrahim, kamu ?
|
إبراهيم : إِسْمِيْ
إِبْرَاهِيْمُ, وَأَنْتَ ؟
|
Ahmad : Nama saya Ahmad
|
أحمد : إِسْمِيْ أَحْمَدُ
|
Ibrahim : Di mana kamu sekolah wahai Ahmad?
|
إبراهيم : أيَنَ تَدْرُسُ
يَا أحمد ؟
|
Ahmad : Saya sekolah di MTs di Jakarta dan
saya mencintai bahasa Arab, bagaimana dengan kamu?
|
أحمد : أَدْرُسُ فِيْ
الْمَدْرَسَةِ الثَّانَويَّةِ بِجَاكَرْتَا وَأَنَا أُحِبُّ الْعَرَبِيَّةِ،
وَكَيْفَ بِكَ ؟
|
Ibrahim : Saya sekolah di MTs di Surabaya.
|
إبراهيم : أَدْرُسُ فِيْ
الْمَدْرَسَةِ الثَّانَويَّةِ بِسُوْراَباَياَ
|
Ahmad : Darimana kamu berasal?
|
أحمد : مِنْ أَيْنَ جِئْتَ
؟
|
Ibrahim : Saya berasal dari Malang dan
sekarang saya tinggal di Surabaya, bagaimana dengan kamu?
|
إبراهيم : جِئْتُ مِنْ
مَالاَنج والآن أَسْكُنُ بِسُوْراَبَايَا، وكَيْفَ بِكَ ؟
|
Ahmad : Saya berasal dari Semarang dan
sekarang saya tinggal di Jakarta.
|
أحمد : جِئْتُ مِنْ سمارغ
والآن أسكن بِجاَكَرْتاَ
|
Ibrahim : Terimakasih banyak wahai
saudaraku?
|
إبراهيم : شُكْراً
كَثِيْراً ياَ أَخِيْ
|
Ibrahim : Sama-sama.
|
أحمد : عَفْواً
|
Komentar
Posting Komentar